I’ve been waiting for the day when i can tell you, see you soon.

Ya Allah ya Rabb, Jangan dekatkan lagi hamba pada orang yang hanya membuang-buang waktu hamba.

Mari bercerita

Berbicara melalui apa saja sebisa kita
Yang bukan tentang kita
Mungkin tentang kenapa nasi Padang pake kuah rendang lebih enak
Tentang pantai yang tak lagi indah
Tentang keadaan kamar yang mulai tidak lagi ramah
Tentang 2 calon presiden yang penuh tiki taka
Atau tentang langit ke 7 di angkasa
Apalagi tentang olahraga, aku suka biru kamu suka putih lalu siapa yang kalah.
Jangan berlalu begini saja
Mari berbicara apa adanya
Mari bercerita apa saja
Tetap jatuh cinta dengan suara, dengan harapan esok kau datang lalu ada pelukan nyata.
Begini saja, terus tertawa, terus menahan amarah, terus kita bercerita terus terdengar alunan nada bicara sampai ntah.
Kutunggu kau berdayung sampai kerumah.
Datanglah untuk memupuk terang pada siang, lalu duduk berdua sebelum senja, memeluk gelap dan jangan pergi sebelum pagi kelak.

Senjata makan tuan itu namanya persepsi, bisa babak belur sama pemikiran sendiri. Hidup didunia ngira-ngira.

Moment

Malang, 20 oktober 2013 lalu, malam itu acara peresmian komunitas sastra kami yang kami beri nama Malam Puisi Malang, tentang komunitas kami nanti akan aku jelaskan diblog selanjutnya, yang ingin aku ceritakan di sini tentang kedatangan seseorang dimalam itu untuk memenuhi undanganku di warung susu, suhat, sekaligus kedatangannya disetiap moment penting dalam hidup.

Sebenarnya aku mengundangnya, adik ku dan ayahku yang kebetulan bisa mendatangiku kemalang namun sayangnya malam itu ayahku malah tidak dapat hadir karena eyang putri sedang sakit.

Dia datang dengan t-shirt hitam, celana jeans coklat dan sepatu vansnya, saat itu aku masih menganggapnya seorang kakak bukan kekasih seperti saat ini. Di warsu itu dia duduk disamping adik kandungku. Sangking sibuknya dengan rundown acara yang super duper berantakan aku bahkan tidak sempat untuk duduk dan mengobrol bersamanya dan adikku, untung saja dia masih bertahan duduk di kursi depan panggung sampai waktunya aku tampil membawakan puisi “ayah” yang aku hadiahkan untuk ulang tahun ayah esok harinya, seharunya ayah dapat mendengarkan dan melihat bagaimana aku membawakan dramamusikal puisiku, entah secara spontan atau apapun namanya aku tidak begitu kecewa dengan tidak hadirnya ayah selain karena penonton yang membeludak, wartawan media cetak yang hadir juga karena disana ada dia dan adikku yang menyaksikan aku berdiri membacakan karyaku.

Ketika saatnya aku tampil, sebelum aku membacakan puisiku aku bilang “seharusnya ada ayahku disini tapi terimakasih untuk kakakku dan adikku yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir disini” dan dia pun adikku tersenyum.

Menyenangkan sekali.

Foto ini tidak sengaja dipotret oleh adikku, kebetulan dia terlihat sambil memotret ku dengan iphonenya. Aku senang karena aku bisa menunjukan kepadanya kalau “main”ku itu tidak sekedar main, nongkrong atau foya-foya tapi bisa menghasilkan karya. Aku senang dia tepuk tangan dengan apa yang sudah aku tampilkan. Aku senang ketika aku bisa mendirikan suatu komunitas yang sesuai dengan minatku, ketika aku menjadi ketua di komunitas itu dia tau kalau aku bukan “adik”nya yang tahunya hanya main kesana-kesini tanpa hasil. Aku senang sekarang aku sadar tanpa sengaja dia selalu terlibat disetiap moment baik atau buruknya hal-hal yang harus aku lewati selama 3 tahun ini.

Terimakasih Ferry(ku) (yang) Aditya.

Setiap kali kita pergi akan terasa jauh perjalanan sampai ketempat tujuan, sedangkan setiap kali kita pulang akan terasa lebih dekat, itu mengapa aku lebih suka pulang dari pada pergi darimu.

Setiap kali kita pergi akan terasa jauh perjalanan sampai ketempat tujuan, sedangkan setiap kali kita pulang akan terasa lebih dekat, itu mengapa aku lebih suka pulang dari pada pergi darimu.

Taman Nasional Gunung Bromo, Indonesia.

Dari kota Malang ke Gunung Bromo  lewat Lawang lalu Kec. Nangkojajar memakan waktu kurang lebih 3 jam. Selayaknya perjalanan kegunung melewati jalan-jalan yang berliku-liku, menanjak dan kanan kiri jurang. Kalau berangkatnya malam kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, setelah melewati pasar Nangkojajar penerangan jalan sangat minim jarak dari dusun satu kedusun yang lain lebih dari 5 km dan sisanya sepanajang jalan adalah hutan.

Pintu masuk Gunung Bromo akan dibuka pukul 3 dini hari, jadi masyarakat di sana memang banyak menyediakan homestay, hotel dan villa dengan view pemandangan alam untuk traveller yang tiba saat sore atau sebelum jam 3 pagi.

Kenapa jam 3 pagi ? karena bromo selalu terkenal dengan penanjakannya untuk melihat sunrise, jadi para traveller bisa memulai wisata dari jam 3 pagi dan suhu saat pagi di Gn Bromo adalah sekitar 18°C sampai 21° C.

Jalur penanjakan untuk melihat sunrise berbeda dengan jalur ke gunung bromo, dari penanjakan kita kembali lalu nanti akan ada jalur khusus untuk kebromo. Jarak pandang sangat minim karena tebalnya kabut. Jalur atau jalan ke gunung bromo menurun tajam jadi pastikan kendaraan pribadi (motor) benar-benar dalam keadaan baik. Mobil pribadi tidak diizinkan masuk kekawasan wisata gunung bromo, masyarakat disana menyiapkan mobil Jeep yang bisa di sewa untuk mengantar kepenanjakan dan berkeliling gunung bromo. Gunung bromo dikelilingi dengan pasir-pasir yang cukup tebal jadi diberi nama lautan pasir traveller bisa aman untuk berkeliling gunung bromo dengan menggunakan jeep dan kalau ingin menggunakan motor pribadi bisa saja namun harus sangat hati-hati karena ketebalan pasir bisa menyebabkan pengendari jatuh dari motor. Selain menyediakan mobil jeep masyarakat disana juga menyediakan ojek motor untuk berkeliling bromo, motor yang disediakan adalah motor-motor yang memang sudah didesain untuk dapat melaluli lautan pasir.

Untuk naik kepuncak gunung bromo melihat blerang dan segala material dalam kawahnya kita harus berjalan dari tempat parkir kendaraan sekitar 2km dan menaiki 250 anak tangga, dari tempat parkir juga disediakan jasa menyewaan kuda yang bisa mengantar sampai dibawah tangga naik kekawah gunung bromo.

Selain  gunung bromo ada pasir berbisik ada bukit Safana yang lebih terkenal dengan bukit teletubis dan masih banyak lagi, jarak dari satu tempat ketempat lain berkilo-kilo meter dan harus melewati lautan pasir namun mata selalu dimanjakan dengan keindahan-keindahan alam. Ada juga bunga Edelweis yang hanya bisa didapatkan di gunung bromo, bunga ini bisa kita petik juga bisa kita beli yang sudah berupa rangkain bunga dengan warna yang cantik.

-          Penginapan                   = Rp 250.000 – Rp 300.000

-          Masuk Gn Bromo           = Rp 30.000 – Rp 35.000

-          Jeep                               = Rp 450.000 – Rp 600.000

-          Ojek                               = Rp 150.000

-          Naik kuda                       = Rp 50.000

-          Rangkaian edelweis       = Rp 20.000

Pernyataanmu “semua akan baik-baik saja” adalah satu-satunya ke-bullshit-an yang ku nikmati dari adamu.

Panas dan dingin kemudian menjadikanya lebih dari sekedar rasa.

Ada seorang wanita dan seorang laki-laki duduk berhadapan di sebuah cafe pojok kota, waktu itu setelah puluhan hari mereka memutuskan untuk
menjalani hubungan lebih dari seorang yang dianggap saudara.

Didepan mereka ada segelas ice cappucino latte dan segelas kopi panas, sedangkan mereka bersitegang karena si laki-laki sedang sibuk memainkan handphonenya padahal mereka tidak sering bertemu dan menikmati waktu untuk bertatap muka.

Adu argument merasa paling benar, si wanita merasa laki-laki itu tidak seharusnya memainkan handphonenya ketika sedang bersama, wanita itu menunduk, si laki-laki merasa wajar karena dia sedang membicarakan pekerjaannya, lalu ia meminum kopinya.
Si wanita semakin tidak betah kenapa ketika sedang dinner berdua masih saja mengurus pekerjaan, wanita itu diam sambil mengaduk-aduk ice cappucinonya. Si laki-laki mulai kesal “kamu jangan kaya anak kecil” katanya pada wanita itu.

Seketika mata mereka saling beradu, beberapa detik kemudian mereka tertawa bersama mentertawakan apa yang sedang mereka debatkan, laki-laki itupun menaruh handphonenya lalu berbincang tentang apa saja pada wanitanya.

Saat itu juga wanita itu berharap waktu berhenti seketika, saat itu pula wanita itu sadar jika dia kali ini benar-benar mulai jatuh cinta setelah ratusan hari mengenal laki-laki di hadapanya.


Vosco Cafe
april, 2014.

Untuk sayap baratku.

Aku mungkin bukan yang selalu kau impikan sejak dahulu, mungkin bukan dambaan yang kau bayangkan bisa menemanimu, mungkin juga bukan sosok yang menarik yang akan bisa menjadi semangat mu atau bahkan, aku yang tak mampu menyaingi indah fisik mantan kekasihmu.

Tapi aku selalu bisa menyimpan ribuan memori tentang tawa kecil dan lekuk bibir mu, sejak pertama nada mu mengalun melalui udara ada kotak besar yang terbuka dikepalaku bersiap menyimpan semua tentang kita .

Beberapa puluh malam yang lalu; mata ku beradu dengan mu pertama kali aku berdegup untukmu kamu sosok nyata dihadapanku. Semoga kau tak medengar irama jantungku yang berdetak tak wajar.

Kini kau memilihku setelah ribuan jam berputar untuk saling mengenal, berkali-kali malam kau menjemputku didepan rumah berkali-kali itu pula degup jantungku tak ubahnya terbiasa masih berdegup sama seperti awal jumpa.

Berlipat 3600detik bersama mu adalah waktu panjang yang terlalu singkat, aku selalu geram saat kau ucap “mari pulang, aku harus mengantar mu pulang sekarang ini sudah terlalu malam” padahal jam baru saja menunjukan 22:00 belum tengah malam dan aku masih nyaman bergenggam.
Sial! Degup ku melemah, punggung mu hilang dari pandangan saat mengantar ku pulang, ah!
Semoga nanti, tak lagi kau mengatarku kedepan pintu, tak lagi punggung mu menjauh dariku.

Selagi kita semasih kita aku ingin menjaga.
Semoga nanti untuk mu akulah sebenar-benarnya rumah.

Kamu betul-betul sedang dilema kalau tanpa sadar kamu meluangkan waktumu untuk duduk dan diam ditengah kesibukanmu yang padat hanya untuk memikirkan hal-hal yang menuntutmu menentukan pilihan.