I’ve been waiting for the day when i can tell you, see you soon.

 

Saya Hampir, Tuhan.

Ketika semua terasa seakan - akan punah, tentang pengharapan yang hanya diangan, tentang seluruh apa yang berusaha dibangun dan ditempati selamanya tiba-tiba luluh lantah. Saya hampir menyerah menjatuhkan hati pada siapapun lagi, saya hampir tidak merasakan kasih apapun lagi, saya hampir melupakan keberadaanmu selama ini, Saya hampir durhaka padaMu, Tuhan.


Semua hal yang saya tinggalkan, beberapa bagian yang sudah saya hilangkan dan tidak mungkin diketemukan, maka saya tau itu semua berharga, tapi Kau biarkan. Kemudian seperti manusia pada umumnya saya menyesal setengah gila, meminta semuanya Kau ulang dan tidak saya lalui. Saya hampir marah padaMu, Tuhan.


Apa hukuman yang pantas untuk perempuan yang tidak tunduk padaMu hanya karena hasratnya yang menggebu-gebu terhadap laki-laki ?


Kemudian datang seseorang mungkin saja itu adalah perantara dari maksudMu. Ia menodongkan sajadah, ia menampar pipi yang berhari-hari penuh air mata, ia lalu memeluk hati yang berkali-kali dan hampir terbiasa kecewa. Ia mengantarkan saya pada tempat dimana seharusnya saya merengek meminta-minta sebuah kasih dan menaruh pengharapan, bukan pada laki-laki. Saya hampir lupa akan Kau Tuhan.


Lalu ia sendiri berkata “aku bukan laki-laki yang baik budi pekertinya bukan pula laki-laki penghuni surga, hanya saja saya tahu pada hati yang kecewa, Tuhan tidak terrasa ada disana, saya pernah lalu saya menunduk, menyembah pada yang seharusnya memberi bahagia, maka setelah itu saya terus bahagia”, katanya.
Setelah kalimat itu keluar dari mulutnya, maka saya tidak lagi ingin semua sakit itu tidak saya alami, saya mensyukuri itu. Jika saya tidak melewati semua keburukan itu saya tidak akan diberi Tuhan kebahagian setiap hari termaksud hari ini. Saya hampir tak percaya ini Tuhan. :)

Laki-laki dan tujuan hidupnya.

Barusan ketemu laki-laki udah lulus S1 dan masih yg cita-citanya sekedar nikah, punya anak, hidup mapan. Gue bukan sok punya cita-cita hidup yg wah banget atau ngremehin cita-cita gt, tapi menurut gue laki-laki yaa kudu punya tujuan idup yg lebih dr skedar itu, idup lo ya bakal gitu” aja cita-cita lo juga sebegitu doang Tuhan bakal kasih seadanya lah, nanti lo bakal idupin anak org yg kasih lo anak, mereka mau lo ksh hal yg gitu” aja sepanjang idupnya ?
Buat idup lo so amazing incredible awesome, guy…s biar nanti anak lo bangga lah sama bapaknya. :)

Gue orgnya bukan nuntutan tp picky liat laki, biar tanpa gue mnta dia sadar aja apa yg harus dia perbuat. Karna emang gue kaga pernh bisa nyuruh-nyuruh org buat ikutin cara idup kaya yg gue mau. Knp gue beberapa kali gagal karena emang nggak sesuai tujuan idup yg gue rancang sama tujuan idup dia. Nggaak… Gue kaga alibi dah ah, gue emang ngk pengen punya jodoh gitu” aja ya makanya gue juga berusaha baikin diri dan bikin idup wonderful 😂.

Gue sih emang lulus aja belom, kerja juga karena gue ngejar passion gue. Gue perempuan dan gue rasa laki-laki punya kesempatan yang lebih buat bikin idupnya sempurna, karena sebagai perempuan gue wajib jadi istri yang luar biasa dan bikin cerdas anak-anak gue, sedangkan laki walaupun lo nantinya menikah tapi lo masih punya banyak waktu bikin keluarga kecil lo super duper bersyukur punya lo karna tujuan idup yang terus lo capai.

Tuan, Bolehkah aku bertanya ?

Selamat datang, apa kabar tuan ? maaf aku mengundangmu  dimalam yang dingin seperti ini. Aku ingin berbicara padamu sebentar tuan, di tempat ini. Tentang perpisahan kita, ah,  aku sangat benci menyebut tentang diantara kita, mau bagaimana lagi.

Boleh aku bertanya tuan ? bagaimana bisa kita yang berbeda bisa bersatu selama itu, lalu mengapa sekarang tidak bisa saling menyentuh ?

Boleh aku bertanya tuan ? setelah tiadanya aku, kepada siapa kau akan berkata “aku sayang padamu”, lalu bisakah kau beritahu aku pada siapa lagi aku akan berkata “aku sudah tau” karena selain tuan tidak ada lagi yang bisa memperlihatkan aku di dalam matanya.

Boleh aku bertanya tuan ? untuk siapa lagi kelak rasa di dalam dadamu yang sudah bertahta lama dalam dadaku ? apa yang tidak bisa aku berikan padamu adalah apa yang harus aku terima maka tentang perpisahan kita mungkin sebab dari apa yang tidak aku lakukan padahal begitu tuan inginkan. Aku hanya bisa memohon maaf atas itu.

Boleh aku bertanya tuan ? mengapa kau terlihat begitu pucat, sedangkan kau beritahu semua orang bahwa hidupmu sangat berwarna ? kau tidak dapat menipuku tuan, aku tau kau bukan bagian dari mereka yang berpura-pura bahagia lalu membunuh jiwa kekanak-kanakan mereka agar terlihat dewasa.

Tuan jangan diam saja, aku mengundangmu kesini untuk duduk membicarakan semua tanda tanya sejak kita berpisah.

Tuan, Boleh aku bertanya ? prihal kenangan kita yang beratus-ratus hari menjadi penghias dinding dimasing-masing ingatan kita, bisakah terlepas dari dindingnya ? kalau prihal kenangan kita tidak mudah terlepas lalu mengapa aku tidak merasa terikat ? harusnya yang tuan rasa bisa mempererat harus tuan ikatkan pada tiang dalam dada kita kuat-kuat.

Tuan, Boleh aku bertanya ? jika kau bermain kekotaku apa masih kau akan berjalan kearah rumahku seperti sebelum perpisahan mengetuk pintu rumah dimasing-masing dada kita ? kalau tuan tidak lagi berjalan kerumahku mungkin aku hanya akan membenci setiap arah jalan yang menuju rumahku karena tidak akan lagi tuan lalui.

Tuan, kemarin aku bertamu sekali lagi ke dalam rumahmu yang kau bilang aku permaisuri di dalamnya. Aku tidak lagi akan menetap disana dan mungkin tidak akan lagi menemukannya, maka sekali lagi aku bertamu menjenguk semua yang kita perbuat disana. Ternyata tidak ada yang lebih sakit tuan dari bertamu kerumah yang sudah tak bertuan.

( Aku lihat layar handphoneku dan benar-benar tidak ada kabarmu disana, aku pandang kursi didepanku ternyata bayangmu yang daritadi hanya tersenyum ramah sudah beranjak pergi. Sambil berdiri aku tinggalkan semua disini, tak tersisa dalam kepala lalu aku peluk erat dadaku sendiri ).

Vosco café

September 2014.

Mengapa ringan bagi laki-laki itu, padahal istrinya ….

Dr. Aidh Al Qarny menggambarkan istrinya dalam sebuah buku “menjadi wanita paling bahagia”.

Beberapa malam lalu sesaat sebelum aku tidur, aku berada diatas ranjang, aku menoleh kearah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia sedang tidur, aku berkata dalam hatiku :

Malang sekali ia, setelah bertahun-tahun hidup bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur disamping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya, dia tinggalkan kemanjaan bersama orang tuanya, dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar, dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diridha Allah.
Semua itu berdasarkan perintah agama, karena ini muncul pertanyaan dalam benakku; kenapa sampai mudah bagi sebagian laki-laki untuk memukuli istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia pergi meninggalkan rumahnya dan datang kepada laki-laki itu ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi kerestoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar juga tidak ia temani ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak istrinya di tinggalkan tanpa mempedulikan nasib anak istrinya selama ia pergi ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dalam hati istrinya ada kegetiran perasaan dan air mata yang tertahan ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggung jawab yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti ?

"Istriku InsyaAllah kamu menjadi penghuni syurga Allah"

——————
Itu mengapa sangat mulialah wanita yang menjadi Istri, dan sangat beruntunglah wanita yang mendapatkan suami yang bisa menjadi sahabatnya dalam urusan agama, dunia dan akherat.

Semoga kita bisa belajar bersabar dari wanita yang bernama Asiyah (istri Fir’aun), belajar setia dari Khadijah (istri Nabi saw), belajar jujur dari Aisyah (istri nabi yang paling muda usianya), dan belajar teguh hati dari Fathimah (putri Nabi saw). Amin Amin Amin Allahuma Amin.

August 4rd 2014.

Everybody changing and don’t feel the same.
Tidak ada yang special hari ini. Ya, walaupun memang sebenarnya begitu.
Kalau hari ini ada senyum bahagia yang terbit di wajah saya mungkin itu karena ingatan saya yang terlalu membesar-besarkan kamu (yang dulu) di dalamnya.

July, 2014


(Chat)
X : sudah bangun ? Ayoo sahur bareng anak-anak.
Y : dimana ?
X : anak” di Mcd
Y : hhhmm, liat ntr deh
X : udah jam sgni ntr telat sahur lagi, yaudah ak jmpt yaa..
Y : hahaha iyadeh

…….
X : aku didepan (chat)
(Masuk mobil)
Y : cepat banget ?
X : org aku di kos Ari tadi
Y : sialan —”

Terus dijalan, dia nyalain musik.

Y : kok punya lagu coldplay ? Ini kan album pertama, suka juga ?
X : itu liat FD siapa yg aku colokin
Y : hah kok bisa dikamuuuu
X : makanya jgn cerobooh

Sampai Mcd makan - ketawa - di bully - kenyang - ngantuk

X : baca niat puasa pasti lupa
Y : hahaha yg keingat tadi ipon aku tinggal sambil ke charge
X : yaampun Niaa

Terus kita pulang pamit sama anak-anak. 
Sampai dirumah

Y : makasih yaa sekalian aku pamit
X : iya tihati yaa, oh iyaaa ini aku semalem bungkus buru” jd nggk rapi ( ambil bungkusan kado gede di seat belakang ) 
Y : hahaha apaaan ini ih
X : gapapa hadiah puasa sebulan
Y : gundul, kalo ini hadiah harganya nggk lebih sejuta aku buang
X : kalo lebih sejuta diapaain ?
Y : aku gadai!
X : hahaha monster, sana jgn lupa shalat subuh sebelum berangkat
Y : makasih loh, see yaaa

Begitulah singkat ceritanya.

July, 2014


(Chat)
X : sudah bangun ? Ayoo sahur bareng anak-anak.
Y : dimana ?
X : anak” di Mcd
Y : hhhmm, liat ntr deh
X : udah jam sgni ntr telat sahur lagi, yaudah ak jmpt yaa..
Y : hahaha iyadeh

…….
X : aku didepan (chat)
(Masuk mobil)
Y : cepat banget ?
X : org aku di kos Ari tadi
Y : sialan —”

Terus dijalan, dia nyalain musik.

Y : kok punya lagu coldplay ? Ini kan album pertama, suka juga ?
X : itu liat FD siapa yg aku colokin
Y : hah kok bisa dikamuuuu
X : makanya jgn cerobooh

Sampai Mcd makan - ketawa - di bully - kenyang - ngantuk

X : baca niat puasa pasti lupa
Y : hahaha yg keingat tadi ipon aku tinggal sambil ke charge
X : yaampun Niaa

Terus kita pulang pamit sama anak-anak.
Sampai dirumah

Y : makasih yaa sekalian aku pamit
X : iya tihati yaa, oh iyaaa ini aku semalem bungkus buru” jd nggk rapi ( ambil bungkusan kado gede di seat belakang )
Y : hahaha apaaan ini ih
X : gapapa hadiah puasa sebulan
Y : gundul, kalo ini hadiah harganya nggk lebih sejuta aku buang
X : kalo lebih sejuta diapaain ?
Y : aku gadai!
X : hahaha monster, sana jgn lupa shalat subuh sebelum berangkat
Y : makasih loh, see yaaa

Begitulah singkat ceritanya.

Ya Allah ya Rabb, Jangan dekatkan lagi hamba pada orang yang hanya membuang-buang waktu hamba.

Mari bercerita

Berbicara melalui apa saja sebisa kita
Yang bukan tentang kita
Mungkin tentang kenapa nasi Padang pake kuah rendang lebih enak
Tentang pantai yang tak lagi indah
Tentang keadaan kamar yang mulai tidak lagi ramah
Tentang 2 calon presiden yang penuh tiki taka
Atau tentang langit ke 7 di angkasa
Apalagi tentang olahraga, aku suka biru kamu suka putih lalu siapa yang kalah.
Jangan berlalu begini saja
Mari berbicara apa adanya
Mari bercerita apa saja
Tetap jatuh cinta dengan suara, dengan harapan esok kau datang lalu ada pelukan nyata.
Begini saja, terus tertawa, terus menahan amarah, terus kita bercerita terus terdengar alunan nada bicara sampai ntah.
Kutunggu kau berdayung sampai kerumah.
Datanglah untuk memupuk terang pada siang, lalu duduk berdua sebelum senja, memeluk gelap dan jangan pergi sebelum pagi kelak.

Senjata makan tuan itu namanya persepsi, bisa babak belur sama pemikiran sendiri. Hidup didunia ngira-ngira.

Moment

Malang, 20 oktober 2013 lalu, malam itu acara peresmian komunitas sastra kami yang kami beri nama Malam Puisi Malang, tentang komunitas kami nanti akan aku jelaskan diblog selanjutnya, yang ingin aku ceritakan di sini tentang kedatangan seseorang dimalam itu untuk memenuhi undanganku di warung susu, suhat, sekaligus kedatangannya disetiap moment penting dalam hidup.

Sebenarnya aku mengundangnya, adik ku dan ayahku yang kebetulan bisa mendatangiku kemalang namun sayangnya malam itu ayahku malah tidak dapat hadir karena eyang putri sedang sakit.

Dia datang dengan t-shirt hitam, celana jeans coklat dan sepatu vansnya, saat itu aku masih menganggapnya seorang kakak bukan kekasih seperti saat ini. Di warsu itu dia duduk disamping adik kandungku. Sangking sibuknya dengan rundown acara yang super duper berantakan aku bahkan tidak sempat untuk duduk dan mengobrol bersamanya dan adikku, untung saja dia masih bertahan duduk di kursi depan panggung sampai waktunya aku tampil membawakan puisi “ayah” yang aku hadiahkan untuk ulang tahun ayah esok harinya, seharunya ayah dapat mendengarkan dan melihat bagaimana aku membawakan dramamusikal puisiku, entah secara spontan atau apapun namanya aku tidak begitu kecewa dengan tidak hadirnya ayah selain karena penonton yang membeludak, wartawan media cetak yang hadir juga karena disana ada dia dan adikku yang menyaksikan aku berdiri membacakan karyaku.

Ketika saatnya aku tampil, sebelum aku membacakan puisiku aku bilang “seharusnya ada ayahku disini tapi terimakasih untuk kakakku dan adikku yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir disini” dan dia pun adikku tersenyum.

Menyenangkan sekali.

Foto ini tidak sengaja dipotret oleh adikku, kebetulan dia terlihat sambil memotret ku dengan iphonenya. Aku senang karena aku bisa menunjukan kepadanya kalau “main”ku itu tidak sekedar main, nongkrong atau foya-foya tapi bisa menghasilkan karya. Aku senang dia tepuk tangan dengan apa yang sudah aku tampilkan. Aku senang ketika aku bisa mendirikan suatu komunitas yang sesuai dengan minatku, ketika aku menjadi ketua di komunitas itu dia tau kalau aku bukan “adik”nya yang tahunya hanya main kesana-kesini tanpa hasil. Aku senang sekarang aku sadar tanpa sengaja dia selalu terlibat disetiap moment baik atau buruknya hal-hal yang harus aku lewati selama 3 tahun ini.

Terimakasih Ferry(ku) (yang) Aditya.