I’ve been waiting for the day when i can tell you, see you soon.

Mengapa ringan bagi laki-laki itu, padahal istrinya ….

Dr. Aidh Al Qarny menggambarkan istrinya dalam sebuah buku “menjadi wanita paling bahagia”.

Beberapa malam lalu sesaat sebelum aku tidur, aku berada diatas ranjang, aku menoleh kearah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia sedang tidur, aku berkata dalam hatiku :

Malang sekali ia, setelah bertahun-tahun hidup bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur disamping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya, dia tinggalkan kemanjaan bersama orang tuanya, dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar, dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diridha Allah.
Semua itu berdasarkan perintah agama, karena ini muncul pertanyaan dalam benakku; kenapa sampai mudah bagi sebagian laki-laki untuk memukuli istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia pergi meninggalkan rumahnya dan datang kepada laki-laki itu ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi kerestoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya ?

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar juga tidak ia temani ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak istrinya di tinggalkan tanpa mempedulikan nasib anak istrinya selama ia pergi ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dalam hati istrinya ada kegetiran perasaan dan air mata yang tertahan ?

Bagaimana bisa mudah bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggung jawab yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti ?

"Istriku InsyaAllah kamu menjadi penghuni syurga Allah"

——————
Itu mengapa sangat mulialah wanita yang menjadi Istri, dan sangat beruntunglah wanita yang mendapatkan suami yang bisa menjadi sahabatnya dalam urusan agama, dunia dan akherat.

Semoga kita bisa belajar bersabar dari wanita yang bernama Asiyah (istri Fir’aun), belajar setia dari Khadijah (istri Nabi saw), belajar jujur dari Aisyah (istri nabi yang paling muda usianya), dan belajar teguh hati dari Fathimah (putri Nabi saw). Amin Amin Amin Allahuma Amin.

August 4rd 2014.

—Everybody changing and don’t feel the same.
Tidak ada yang special hari ini. Ya, walaupun memang sebenarnya begitu.
Kalau hari ini ada senyum bahagia yang terbit di wajah saya mungkin itu karena ingatan saya yang terlalu membesar-besarkan kamu (yang dulu) di dalamnya.

That one conversation that changes everything. Haha

I can’t promise that things will be perfect, but i swear i’ll never leave. 
Why ? Because he make me smile for no  reason, he always make me feel special :) 
And then, he make me love him when i shouldn’t be loving him.
thank you Ferry(ku) (yang) Aditya.

That one conversation that changes everything. Haha

I can’t promise that things will be perfect, but i swear i’ll never leave.
Why ? Because he make me smile for no reason, he always make me feel special :)
And then, he make me love him when i shouldn’t be loving him.
thank you Ferry(ku) (yang) Aditya.

Cerita secangkir es teh tanpa gula.

Hari pertama di rumah, kumpul buka puasa papap, mama, aku, si tengah dan sibungsu.
Ngobrolin banyak hal, tapi yang bikin hati berasa tetiba kaku kek canebo kering pas sitengah bilang

Dyta : ma, diliat” ka Ferry itu mirip papap 😂
Aku : heh ( seandainya bisa aku jambak itu anak )
Mama : masa ?
Dyta : iyaa kumisnya mirip hahaha
Aku : semua kumis cowo hampir mirip!!
Dyta : nggak cobak kasih liat potonya
Aku : kalo ku tampar
Mama : kalo iya mirip papap berarti Ferry nggak ganteng!
Papap : ini sayur kurang enak yaaa

Itu aku cuman pasang muka datar sedatar datarnya lantai rumah —”
Lucu sih lucu cuman nggak lucunya kalo tetiba aku bilang “sudah putus kami ma”.
Yaaaa, pura-pura masih baik-baik aja itu gak enak, semoga kamu gak pura-pura sekarang.

July, 2014


(Chat)
X : sudah bangun ? Ayoo sahur bareng anak-anak.
Y : dimana ?
X : anak” di Mcd
Y : hhhmm, liat ntr deh
X : udah jam sgni ntr telat sahur lagi, yaudah ak jmpt yaa..
Y : hahaha iyadeh

…….
X : aku didepan (chat)
(Masuk mobil)
Y : cepat banget ?
X : org aku di kos Ari tadi
Y : sialan —”

Terus dijalan, dia nyalain musik.

Y : kok punya lagu coldplay ? Ini kan album pertama, suka juga ?
X : itu liat FD siapa yg aku colokin
Y : hah kok bisa dikamuuuu
X : makanya jgn cerobooh

Sampai Mcd makan - ketawa - di bully - kenyang - ngantuk

X : baca niat puasa pasti lupa
Y : hahaha yg keingat tadi ipon aku tinggal sambil ke charge
X : yaampun Niaa

Terus kita pulang pamit sama anak-anak. 
Sampai dirumah

Y : makasih yaa sekalian aku pamit
X : iya tihati yaa, oh iyaaa ini aku semalem bungkus buru” jd nggk rapi ( ambil bungkusan kado gede di seat belakang ) 
Y : hahaha apaaan ini ih
X : gapapa hadiah puasa sebulan
Y : gundul, kalo ini hadiah harganya nggk lebih sejuta aku buang
X : kalo lebih sejuta diapaain ?
Y : aku gadai!
X : hahaha monster, sana jgn lupa shalat subuh sebelum berangkat
Y : makasih loh, see yaaa

Begitulah singkat ceritanya.

July, 2014


(Chat)
X : sudah bangun ? Ayoo sahur bareng anak-anak.
Y : dimana ?
X : anak” di Mcd
Y : hhhmm, liat ntr deh
X : udah jam sgni ntr telat sahur lagi, yaudah ak jmpt yaa..
Y : hahaha iyadeh

…….
X : aku didepan (chat)
(Masuk mobil)
Y : cepat banget ?
X : org aku di kos Ari tadi
Y : sialan —”

Terus dijalan, dia nyalain musik.

Y : kok punya lagu coldplay ? Ini kan album pertama, suka juga ?
X : itu liat FD siapa yg aku colokin
Y : hah kok bisa dikamuuuu
X : makanya jgn cerobooh

Sampai Mcd makan - ketawa - di bully - kenyang - ngantuk

X : baca niat puasa pasti lupa
Y : hahaha yg keingat tadi ipon aku tinggal sambil ke charge
X : yaampun Niaa

Terus kita pulang pamit sama anak-anak.
Sampai dirumah

Y : makasih yaa sekalian aku pamit
X : iya tihati yaa, oh iyaaa ini aku semalem bungkus buru” jd nggk rapi ( ambil bungkusan kado gede di seat belakang )
Y : hahaha apaaan ini ih
X : gapapa hadiah puasa sebulan
Y : gundul, kalo ini hadiah harganya nggk lebih sejuta aku buang
X : kalo lebih sejuta diapaain ?
Y : aku gadai!
X : hahaha monster, sana jgn lupa shalat subuh sebelum berangkat
Y : makasih loh, see yaaa

Begitulah singkat ceritanya.

Ya Allah ya Rabb, Jangan dekatkan lagi hamba pada orang yang hanya membuang-buang waktu hamba.

Mari bercerita

Berbicara melalui apa saja sebisa kita
Yang bukan tentang kita
Mungkin tentang kenapa nasi Padang pake kuah rendang lebih enak
Tentang pantai yang tak lagi indah
Tentang keadaan kamar yang mulai tidak lagi ramah
Tentang 2 calon presiden yang penuh tiki taka
Atau tentang langit ke 7 di angkasa
Apalagi tentang olahraga, aku suka biru kamu suka putih lalu siapa yang kalah.
Jangan berlalu begini saja
Mari berbicara apa adanya
Mari bercerita apa saja
Tetap jatuh cinta dengan suara, dengan harapan esok kau datang lalu ada pelukan nyata.
Begini saja, terus tertawa, terus menahan amarah, terus kita bercerita terus terdengar alunan nada bicara sampai ntah.
Kutunggu kau berdayung sampai kerumah.
Datanglah untuk memupuk terang pada siang, lalu duduk berdua sebelum senja, memeluk gelap dan jangan pergi sebelum pagi kelak.

Senjata makan tuan itu namanya persepsi, bisa babak belur sama pemikiran sendiri. Hidup didunia ngira-ngira.

Moment

Malang, 20 oktober 2013 lalu, malam itu acara peresmian komunitas sastra kami yang kami beri nama Malam Puisi Malang, tentang komunitas kami nanti akan aku jelaskan diblog selanjutnya, yang ingin aku ceritakan di sini tentang kedatangan seseorang dimalam itu untuk memenuhi undanganku di warung susu, suhat, sekaligus kedatangannya disetiap moment penting dalam hidup.

Sebenarnya aku mengundangnya, adik ku dan ayahku yang kebetulan bisa mendatangiku kemalang namun sayangnya malam itu ayahku malah tidak dapat hadir karena eyang putri sedang sakit.

Dia datang dengan t-shirt hitam, celana jeans coklat dan sepatu vansnya, saat itu aku masih menganggapnya seorang kakak bukan kekasih seperti saat ini. Di warsu itu dia duduk disamping adik kandungku. Sangking sibuknya dengan rundown acara yang super duper berantakan aku bahkan tidak sempat untuk duduk dan mengobrol bersamanya dan adikku, untung saja dia masih bertahan duduk di kursi depan panggung sampai waktunya aku tampil membawakan puisi “ayah” yang aku hadiahkan untuk ulang tahun ayah esok harinya, seharunya ayah dapat mendengarkan dan melihat bagaimana aku membawakan dramamusikal puisiku, entah secara spontan atau apapun namanya aku tidak begitu kecewa dengan tidak hadirnya ayah selain karena penonton yang membeludak, wartawan media cetak yang hadir juga karena disana ada dia dan adikku yang menyaksikan aku berdiri membacakan karyaku.

Ketika saatnya aku tampil, sebelum aku membacakan puisiku aku bilang “seharusnya ada ayahku disini tapi terimakasih untuk kakakku dan adikku yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir disini” dan dia pun adikku tersenyum.

Menyenangkan sekali.

Foto ini tidak sengaja dipotret oleh adikku, kebetulan dia terlihat sambil memotret ku dengan iphonenya. Aku senang karena aku bisa menunjukan kepadanya kalau “main”ku itu tidak sekedar main, nongkrong atau foya-foya tapi bisa menghasilkan karya. Aku senang dia tepuk tangan dengan apa yang sudah aku tampilkan. Aku senang ketika aku bisa mendirikan suatu komunitas yang sesuai dengan minatku, ketika aku menjadi ketua di komunitas itu dia tau kalau aku bukan “adik”nya yang tahunya hanya main kesana-kesini tanpa hasil. Aku senang sekarang aku sadar tanpa sengaja dia selalu terlibat disetiap moment baik atau buruknya hal-hal yang harus aku lewati selama 3 tahun ini.

Terimakasih Ferry(ku) (yang) Aditya.

Setiap kali kita pergi akan terasa jauh perjalanan sampai ketempat tujuan, sedangkan setiap kali kita pulang akan terasa lebih dekat, itu mengapa aku lebih suka pulang dari pada pergi darimu.

Setiap kali kita pergi akan terasa jauh perjalanan sampai ketempat tujuan, sedangkan setiap kali kita pulang akan terasa lebih dekat, itu mengapa aku lebih suka pulang dari pada pergi darimu.